Penyakit Tidak Menular sebagai Ancaman Remaja Masa Kini dan Pencegahannya

Assalamu'alaikum ww, hari ini saya ingin berbagi tentang salah satu masalah kesehatan yang sedang booming, yaitu Penyakit Tidak Menular (PTM).

Pada era ini, remaja Indonesia dihadapkan pada masalah baru, yaitu maraknya penyakit tidak menular (PTM) yang terjadi di masyarakat. Hal ini merupakan suatu ancaman hebat bagi pertumbuhan ekonomi dan potensi harapan bangsa yaitu kita sendiri, remaja produktif. Bahkan, saat ini, PTM menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain:
  • kanker naik dari 1,4 persen menjadi 1,8 persen; 
  • stroke naik dari 7 persen menjadi 10,9 persen; 
  • penyakit ginjal kronik naik dari 2 persen menjadi 3,8 persen;
  • diabetes mellitus naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen;
  • hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen.
Gambar 1: Tren Penyebab Kematian

Jadi, apa sih penyakit tidak menular itu?

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah segala macam penyakit yang penyebarannya tidak ditularkan kepada orang lain seperti cacat fisik, gangguan mental, kanker, penyakit degeneratif, gangguan metabolisme, dan kelainan organ-organ tubuh.
Sebagian penelitian menyebutkan bahwa orang yang mulai terkena penyakit tidak menular bahkan tidak merasakan gejala dan baru menyadari ia sakit ketika keadaan sudah parah. Selain itu, masih banyak masyarakat yang hanya berpikir bahwa PTM ini disebabkan faktor keturunan, penyakit tua, atau penyakit orang kaya. Padahal, sesungguhnya, PTM ini muncul karena didukung pola hidup yang sangat tidak sehat dalam jangka waktu yang lama.

Mengapa saat ini PTM marak terjadi?

PTM menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada zaman modern ini dikarenakan budaya masyarakat yang sudah berubah, salah satunya dalam gaya hidup. Individu-individu masa kini memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan masyarakat dahulu. Individu masa kini sering menggunakan alasan melepas stress untuk merokok, meminum minuman beralkohol, dan makan yang terlalu banyak. Selain itu, penampilan merupakan hal yang utama bagi mereka, sehingga tidak sedikit perempuan yang melakukan diet yang tidak sesuai sehingga malahan berdampak buruk bagj mereka sendiri. Ditambah lagi, individu sibuk bekerja dan beraktivitas, hingga akhirnya tidak memperhatikan pola makan dengan gizi yang seimbang dan tidak berolahraga.
Semua hal tidak baik itu adalah pemicu timbulnya PTM dalam tubuh kita. Jika, dahulu pasien PTM lebih banyak lansia (>50 th), sekarang bahkan generasi muda (>30 th) yang banyak terkena PTM, seperti:
  • hipertensi;
  • kolesterol;
  • diabetes melitus;
  • maag;
  • penyakit jantung;
  • dll.
Bagaimana cara kita mencegahnya?

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian PTM (P2PTM), ada beberapa strategi dalam pengendalian faktor risiko PTM, yaitu:
Gambar 2: Strategi P2PTM

Selain itu, terdapat pula program CERDIK dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) guna pencegahan PTM. GERMAS adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara Bersama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
1. Cek kesehatan secara berkala. Cek kesehatan ini berguna untuk mendeteksi kelainan atau penyakit yang ada di tubuh dan mencegah perkembangannya sejak awal.
2. Enyahkan asap rokok. Rokok tidak hanya membunuh si perokok itu sendiri, tetapi juga orang-orang yang menghirup asapnya. Banyak PTM yang muncul akibat rokok, yaitu kanker, penyakit paru, dll.
3. Rajin aktivitas fisik. Olahraga 30 menit per hari memiliki banyak manfaat positif bagi kebugaran tubuh, contohnya untuk membuang kalori dan lemak jahat yang ada di dalam tubuh kita.
4. Diet seimbang.
5. Istirahat yang cukup. Tubuh kita memerlukan keseimbangan agar tetap sehat. Setelah beraktivitas sepanjang hari, kita harus mengistirahatkan tubuh kita dengan tidur yang cukup dj malam hari.
6. Kelola stress. Kesehatan mental memberikan pengaruh besar terhadap keadaan fisik. Oleh karena itu, emosi kita perlu dikendalikan dengan meluangkan waktu pada hobi, bercerita (curhat) kepada teman tentang masalah yang dihadapi, melakukan aktivitas fisik (yoga), dan sebagainya.

Gambar 3: Program CERDIK

Yuk, kita jaga kesehatan dari dini, agar di masa tua tidak menyesal. Mari menjadi remaja sehat dan produktif. 

Demikian yang dapat saya sampaikan.
Semoga bermanfaat, dan jangan lupa reviewnya di kolom komentar, ya! 
Terima kasih :)

Adinda Ismira (1911212026)
Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat (A2)
Mata Kuliah: Komunikasi Kesehatan
Dosen Pengampu: Emy Leonita, SKM, MPH
FKM Unand 2019

Sumber:
  • Riskesdas 2018
  • https://kemkes.go.id/ 
  • http://www.p2ptm.kemkes.go.id/ (gambar 2)
  • http://promkes.kemkes.go.id/germas
  • https://1.bp.blogspot.com (gambar 1)
  • pe-we.com (gambar 3)























Comments

  1. Makasi infonya, sangat memberi manfaatt

    ReplyDelete
  2. Terimakasiii kak, saya baru paham setelah baca blog ini, sangat bermanfaat😊 ditunggu blog selanjutnyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, aamiin, semoga blog selanjutnya muncul ya

      Delete
  3. Nah yang gini nih dianggep sepele padahal wabahnya kemana2 :(

    ReplyDelete
  4. Semoga kita semua sehat selalu yaa 💪💪

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog